NU Garis Bengkok



NU Garis Bengkok

NU Garis Lurus, anda pernah dengar istilah tersebut? Istilah ini baru mulai santer dibicarakan di dunia maya. Namun embrio gerakan ini sudah ada sejak lama, sejak alm. Gus Dur masih hidup dengan pemikirannya yang sangat keindonesiaan dan toleransinya yang hebat. Para ustad, gus, kyai, habib yang gagal paham dan tidak suka dengan pemikiran keindonesiaan Gus Dur memisahkan diri/mufaroqoh dari barisan Gus Dur. Patut diketahui, beberapa tokoh yang bisa dikatakan termasuk dalam jaringan NU garis lurus pernah “berselingkuhan” dengan Ust. Abu Bakar Ba’asyir dan tokoh-tokoh Islam garis keras lainnya. Saat ramai wacana Ahok akan mewarisi kursi kegubernuran dari Jokowi, mereka ramai-ramai menolak, bahkan terbukti memelintir berita mengatasnamakan NU. Bahkan ketika PHBN Natal, mereka termasuk barisan yang dengan keras menolak ucapan selamat natal, bahkan ikut merendahkan, menyesatkan, mengkafirkan tokoh Islam lainnya yang membolehkan pengucapan selamat natal. Sebuah ciri khas faham Wahabi salafi yang sudah merasuk ke dalam pikiran mereka. Padahal masalah pengucapan “Selamat Natal” adalah masalah khilafiyah yang patut dihormati, sebagaimana masalah fikih lainnya.

Salah satu ciri lain dari mereka yang mengakui sebagai NU garis lurus adalah tujuan mereka mendirikan atau merumuskan tentang Negara Syari’ah atau Konsep Khilafah Islamiyah di NKRI. Dalam grup jejaring sosial, dalam penerapan syariah mereka mengaku lebih mengedepankan etika dakwah bil hikmah dan mauidzah hasanah. Dengan menata sistem keorganisasian dan gerakan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai keindonesiaan. Sekiranya apabila gerakan ini kelak kian berkembang, tidak akan berbenturan dengan sistem negara. Sehingga Islam tidak dipaksakan untuk vis a vis (wajhan bi wajhin) dengan negara. Sebab apabila benturan itu terjadi, maka kemudharatan yang lebih besar akan menimpa umat Islam. Namun jika ada yang mengatasnamakan Ahlusunnah wal Jamaah akan tetapi penerapan syari’atnya melenceng dari kaidah-kaidah Ahlusunnah wal Jamaah dan cenderung mengkafirkan, membid’ahkan, dan mengatakan sesat amalan-amalan Islami yang selama ini telah membumi di masyarakat, walaupun mereka mengatasnamakan Ahlusunnah, mengatasnamakan salaf, mengatasnamakan santri dan kyai maupun habaib, Mereka mengaku siap untuk menangkisnya.

Tujuan penerapan syariah Islam di NKRI, baik secara halus atau kasar merupakan ciri khas kelompok yang terpengaruh ideologi muslim Timur Tengah yang sering bentrok. Suatu ketika, Alm. Anre Gurutta Haji (AGH) Muhammad Harisah AS, sesepuh NU Sulawesi Selatan, didatangi sekelompok orang. Mereka bertamu sekaligus menawarkan "perlunya penerapan syariat Islam" dan "pentingnya khilafah" sebagai solusi mengatasi krisis bangsa. Sambil tersenyum, pengasuh PP. Annahdlah Makassar itu menjawab: "Kalian menawarkan solusi kepada kami, sementara kalian sendiri membawa pikiran-pikiran dari Timur Tengah yang negaranya selalu kacau dan tidak pernah beres!". NU sejak awal adalah organisasi sosial-kemasyarakatan yang telah mengawal proses perjalanan bangsa ini. Komitmen itu ditunjukkan sejak Muktamar Banjarmasin tahun 1936, Resolusi Jihad tahun 1945, pengukuhan Kepala Negara sebagai waliyyul amri ad-dharuri bissyaukah (pemegang pemerintahan sementara dengan kekuasaan penuh), hingga penerimaan Pancasila, UUD 45 dan NKRI sebagai tujuan akhir dari perjuangan umat Islam Indonesia. Selain itu, NU juga menilai tidak perlu adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang penerapan syariat Islam untuk mengatur kehidupan masyarakat. Pemberlakuan syariat Islam itu tidak lebih dari pengulangan hukum yang sudah ada, sudah tertuang dalam KUHP. Yang lebih diperlukan adalah mengefektifkan peraturan-peraturan yang sudah ada itu serta optimalisasi peran aparat penegak hukum. Bagi NU penerapan Maqâshid Syari’ah lebih cocok daripada penerapan syariat di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau kita misalnya berbicara tentang hak asasi manusia, tentang pluralisme dan demokrasi, maka kita berpedoman kepada maqâshid syar’iyyah yang memang ditujukan untuk mengedepankan kepentingan umat manusia secara mutlak dan menyeluruh, tanpa mempertimbangkan perkara perbedaan agama, suku, ideologi dan kelompok.

Mau tak mau, kalau melihat istilah/kata yang digunakan NU garis lurus maka pasangan lawannya adalah NU garis bengkok. Siapakah kelompok yang yang termasuk NU Garis Bengkok? Yang jelas adalah tokoh-tokoh yang sejalan dengan pemikiran Gus Dur sangat keindonesiaan, pendukung Gus Dur dan pewaris pemikirannya dan tak lupa para Gus Durian di seluruh dunia. Semoga NU garis bengkok tetap lestari menghadapi goncangan dan beban yang menimpa sebagaimana tulang belakang yang harus bengkok melengkung agar lebih mampu meredam hentakan atau kejutan yang dialaminya daripada jika berbentuk lurus. Semoga ...

Dawuhne Mbah Muchith Muzadi: "Masuk NU untuk memperbaiki diri, bukan memperbaiki NU!"

Salam Damai Sejahtera :)

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Bahaya Fikiholic



BAHAYA FIKIHOLIC 

Mencermati perkembangan madzhab muslim Indonesia saat ini dibanding dengan beberapa tahun yang lalu akan terlihat perubahan signifikan. Dulu saat saya masih remaja yang sering terdengar adalah ormas NU dan Muhammadiyah, namun sekarang berbagai macam nama, madzhab, selain dua ormas di atas juga sedang naik pamor. Diantaranya, pertama, Wahabi –bisa dikatakan nenek moyangnya Muhammadiyah- madzhab yang muncul pertama kali di daratan Hijaz pada masa kemunduran Islam, kemudian menyebar dan menggurita ke seluruh dunia. Mereka sering kali menyebut madzhab mereka dengan sebutan Salafy, yang berarti merujuk pada generasi umat Islam terbaik (masa sahabat, tabiin, dan tabiut tabiin). Konon, mereka tidak mau bertaklid dengan imam madzhab manapun. Kedua, Syiah salah satu madzhab kecil tertua di Indonesia. Memang masih menjadi perdebatan apakah Sunni atau Syiah yang datang pertama kali ke bumi nusantara ini. Yang pasti, madzhab ini juga semakin berkembang pesat dan bahkan mendirikan ormas dengan nama IJABI.  

Saat di Indonesia hanya diramaikan oleh dua ormas, NU dan Muhammadiyah, masalah yang sering diperdebatkan semisal qunut subuh, jumlah rakaat tarawih, menjaharkan niat, tahlilan, dsb. Namun, kini masalah-masalah fikhiyah dari berbagai madzhab yang ada di Indonesia yang kebetulan sedikit aneh, janggal langsung saja menjadi debat kusir yang sangat panjang. Tidak hanya menjadi debat tanpa penyelesaian atau saling menghargai justru menimbulkan sikap saling jaga jarak dan sikap fanatik antar madzhab. Berbagai julukan menghina disematkan ke madzhab lain. Wahabi menjadi wah babi, aswaja menjadi asu waja, Ibnu Taymiyah menjadi Ibnu Tahi minyak, dan sebagainya. Selain itu dalam dialog antar madzhab di dunia maya juga muncul tradisi (baca: sunnah) saling gelar-menggelari dengan sebutan hina, semisal, Jahil, Goblok, Dungu, bahkan julukan Najis, Kafir. Seorang pendebat di dunia maya tak terlihat gahar atau hebat bila tidak menjarh dan merendahkan lawan debatnya. Belum lagi di arena dialog lintas agama, bahkan pribadi Jesus sendiri dijelek-jelekkan oleh orang muslim. Apakah kaum muslim tidak tahu bahwa Jesus itu nama yang sama dari Nabi Isa as, sebagaimana nama George menjadi Juraij, Abraham menjadi Ibrahim as. 

Inikah Islam yang membanggakan itu? Inikah wajah Islam yang katanya diturunkan untuk menyempurnakan akhlak mulia? Inikah rupa Islam yang mengayomi semesta alam, baik muslim atau non muslim? Memang, gesekan antar pemeluk madzhab tidak bisa lepas dari sejarah umat beragama. Semua agama samawi dalam perjalanan sejarahnya selalu diributkan dengan pertengkaran dan perpecahan intern. Namun, itu bukanlah preseden yang harus dilanggengkan. Islam mengajarkan untuk mengayomi semua makhluk di alam semesta ini sebagaimana ajaran Nashrani dengan cinta kasihnya. Sabda Nabi Muhammad saww “Qul khoiran aw liyasmut” berkatalah yang baik, atau tahan ucapan kalian kalau tidak mampu. Nasihat ini mungkin sesuai bagi semua pemeluk agama atau madzhab. Mereka yang tidak mengetahui seluk beluk ajaran Islam seharusnya diam dan belajar terlebih dahulu. Dengan hanya berbekal celotehan satu, beberapa ustadz atau kyai mereka berkoar-koar mengatakan haram, bid’ah, najis, kafir dan tetek bengeknya. Ingat, Islam memiliki ribuan bahkan jutaan ulama yang masih mumpuni tentang ajaran Islam. Mereka belum tentu sepaham dalam satu persoalan, bahkan dalam satu madzhab pun mereka terkadang berselisih paham. 

Perbedaan tersebutlah janganlah dijadikan pemicu pertengkaran antar madzhab. Inilah titik penting yang dijadikan oknum berhawa nafsu syetan sebagai sumbu pertarungan antar madzhab dalam Islam. Pada 10 Dzulhijjah, usai berkhutbah Nabi Muhammad saww ditanya seorang sahabat Saya berziarah dulu (tawaf) ke Baitullah, setelah itu saya melempar jumrah?” Beliau berkata, “If’al, lâ harâj” (lakukan saja, tidak ada salahnya). Yang lain berkata, “Saya bercukur dulu sebelum menyembelih.” Beliau berkata, “Lakukan saja, tidak ada salahnya.” Yang lain bertanya lagi, “Saya menyembelih sebelum melempar?” Beliau berkata, “Lakukan saja, tidak ada salahnya.” Kata Abdullah bin Umar, “Setiap Nabi saww ditanya tentang sesuatu yang didahulukan atau diakhirkan, beliau selalu berkata: ‘Lakukan saja, tidak ada salahnya.’” Para ulama menghitung tak kurang dari 24 cara ibadah haji yang disampaikan kepada Rasulullah saw, dan beliau membenarkannya. Itulah fikih sebenarnya yang diajarkan Nabi Muhammad saww. Fikih yang menunjukkan keluwesan ajaran Islam.

Bayangkan, kalau fikih dijadikan ukuran masuk surga seseorang. Karena dalam fikih memiliki banyak perbedaan pendapat, maka fikih yang mana yang menjadi ukuran masuk surga seseorang? Kalau akidah ilmu kalam yang dijadikan ukuran masuk surga. Dalam akidah ilmu kalam banyak madzhab dan perbedaan pendapat bahkan dalam satu madzhab pun, maka madzhab akidah yang mana yang menjadi ukuran masuk surga? Banyak cabang ilmu dalam Islam yang masih wajib dipelajari bagi pemeluknya seperti halnya ilmu fikih. Ilmu Tasawuf atau akhlak misalnya. Ilmu tasawuf/akhlak ini juga sejajar dengan ilmu fikih. Tasawuf/akhlak selain mengajarkan cara berhubungan dan mendekatkan diri kepada Tuhan swt juga mengajarkan cara hidup shalih dalam bermasyarakat dan bertindak di alam semesta ini. Dalam akhlak tasawuf manusia dilarang menyombongkan diri atas sesamanya. Bahkan seorang yang merasa lebih baik dari Fir’aun pun dilarang karena termasuk perilaku sombong. Jadi teringat tweet Ust. Yusuf Mansur tentang kehebatan alm. Gus Dur. Dulu Yusuf Mansur pernah mengikuti seminar dengan narasumber Gus Dur. Waktu itu Gus Dur memakai pakaian sobek yang kelihatan keteknya. Yusuf Mansur dalam sesi pertanyaan, menanyakan hal tersebut pada Gus Dur. Apa jawab Gus Dur saat itu? “Lihat kok ke yang bolongnya”. Gus Dur mengajarkan kepada kita semua untuk membiasakan melihat kelebihan sesama manusia, bukan mencari kekurangan, kelemahan atau merasa lebih baik dan lebih benar daripada yang lainnya. Itulah sebagian ajaran akhlak tasawuf yang seharusnya dipelajari setiap pemeluk agama. 

Sebagai penutup, al-Muhaddits al-Haramain as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani memberikan wasiat yang sangat berharga kepada kita semua. Diantara wasiat tersebut adalah wasiat yang pernah diberikan oleh ayahandanya, al-Muhaddits al-Haramain as-Sayyid Alawi bin Abbas bin Abdul Aziz al-Maliki, dari al-Habib Alawi bin Thohir al-Haddad: “Waspadalah dalam menjadikan suatu kebiasaan hanya mengulang-ulang membaca permasalahan fiqih, siang dan malam, semasa tua dan muda, tanpa membaca kitab agama yang lain seperti ilmu tafsir, hadits dan tasawuf. Dengan membatasi bacaan hanya pada kitab-kitab fiqih adalah suatu kelemahan, kejumudan dan menjauhkan diri dari akhlak yang baik serta menjadikan kerasnya hati.” 

Salam Damai Sejahtera :)

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Aku Berpikir, Aku Syiah


Aku Berpikir, Aku Syiah
Memang Tuhan sudah menakdirkan manusia mana yang berakhir dengan husnul khatimah dan mana yang berakhir dengan buruk. Namun, manusia dikaruniai akal untuk membantu mereka menemukan bimbingan cahaya ajaran Islam dan menghindari jalan kesesatan. Sekali mereka menemukan cahaya Islam, bukan berarti manusia tidak perlu lagi menggunakan akal mereka. Akal tetap diperlukan bagi manusia dalam membantu tetap konsisten menjalani praktek amalan beribadah sehari-hari. Dengan demikian manusia dapat terhindar dari tipu muslihat dan talbis setan baik dari golongan jin maupun manusia berjenggot yang menggoda.
Lihat bagaimana jalan hidup sang master al-Ghazaly dalam menemukan metode tepat untuk menggapai Tuhan. Ia menapaki jalan aliran batiniyah, fikih, kalam, dan filsafat. Beliau mempelajari masing-masing aliran tersebut dan memahami kekurangan masing-masing sehingga puncaknya beliau menemukan jalan tasawuf yang mengobati kehausan jiwanya. Sikap inilah yang seharusnya dijalani setiap muslim dalam penggembaraan agamanya. Sikap logis dan kritis terhadap amalan ajaran agamanya tanpa meninggalkan pedoman sucinya.
Aku terlahir Sunni dan bangga telah menjadi bagian dari Sunni, dan aku bukan, naudzubillah, kelompok Islam yang dengan mudah mengkafirkan dan meyesatkan  sesama muslim lainnya, kelompok turunan dari Khawarij pasukan Dajjal LA sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad saww dan Imam Ali as. Kesunnianku tak diragukan lagi dengan biasanya aku bertabarruk, tawasul dan sebagainya yang galib ditradisikan Sunni/NU Indonesia. Pertama kali aku berkenalan dengan yang namanya Syiah secara objektif adalah dari buku al-Murajaat yang dipinjam kakak saya dari kampus. Sebuah buku besar yang tidak hanya secara fisik tapi juga secara psikologis mampu menggerakkan jiwa untuk bersikap kritis dan logis terhadap apa yang kita anut.
Ada beberapa poin dasar yang bisa dikatakan keliru dalam pandangan Sunni secara umum, dan itu tidak hanya menjangkit di kalangan awam saja namun juga di tingkat ulama pemberi pencerahan umat. Beberapa poin inilah yang menyebabkan aku tidak lagi merasa menjadi bagian dari sunni tulen atau deles dalam bahasa saya. Kalau dalam standar takfiri mungkin aku sudah dikategorikan sebagai rafidhah ekstrim, boleh dibunuh, :) mengutip sabda Imam Husein as: “Jika tubuh dirancang untuk berakhir, kenapa harus takut kehilangan”. 
 
Pertama; hadis wasiat Nabi Muhammad saww. Biasanya di Sunni yang terdengar adalah riwayat “berpegangteguhlah pada al-Quran dan Sunnahku”. Hampir semua sunni pasti akan menganggap hadis ini yang benar dan tidak ada hadis lain selain ini. Adapun hadis “berpegangteguhlah pada al-Quran dan Ahlu baitku” adalah hadis  lemah dan tidak diajarkan dalam dunia akademis. Bahkan KH. AN pengasuh bahsul masail di majalah AULA terbitan Maret 2012 yang membahas tentang Kontoversi Pusaka Islam, Mana yang Benar?, majalahnya umat Sunni Indonesia pun keliru ketika ada pertanyaan tentang hadis wasiat atau yang biasa disebut hadis tsaqalain. Beliau gegabah dengan mengatakan kalau hadis “berpegangteguhlah pada al-Quran dan ahli baitku” sebagai hadis lemah dan tidak ada dalam kitab standar hadis Sunni yang enam dan mensahihkan hadis “berpeganglah pada al-Quran dan sunnahku”.

Aku bertaruh di antara kedua hadis tersebut pasti hadis “berpegangteguhlah pada al-Quran dan ahli baitku” yang sahih. Bahkan seorang blogger wahabi AJ saja mengakui bahwa hadis berpegangteguhlah pada al-Quran dan sunnahku adalah hadis dhaif dengan seluruh jalannya. Kedua hadis tersebut jika ditakhrij dengan standar yang paling ketat pun niscaya yang sahih adalah hadis “berpegangteguhlah pada al-Quran dan ahli baitku”. Jika ini adalah kebenaran seharusnya umat Islam mengikuti wasiat tersebut, bukannya menutupinya, pura-pura tidak tahu, bahkan mengabaikannya karena hanya akan memberikan justifikasi atas benarnya madzhab Syiah. “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Sikap lain yang saya rasakan tentang terlalu cenderungnya mereka akan kesunniannya adalah sekalipun mereka mensahihkan “berpegangteguhlah pada al-Quran dan ahli baitku” namun mereka menafsirkan bahwa kepada ahli bait Nabi saww kita harus menghormati hak-hak mereka, menyayangi mereka, dll. Alangkah naifnya, ketika mereka tidak sadar kedhaifan hadis “berpegangteguhlah pada al-Quran dan sunnahku” mereka berkoar-koar tentang berpegang teguh dan menjadikan rujukan keduanya. Namun ketika tahu bahwa rujukan mereka bukanlah sebuah hadis yang  tidak dapat dijadikan landasan hidup, mereka menafsirkan secara berbeda. Padahal secara tekstual lafal keduanya sama hanya berbeda dalam poin kedua, yaitu Ahli bait Nabi saww atau Sunnah Nabi saww. Seharusnya umat Islam mengikuti sahabat Hudzaifah bin Yamani yang mewasiatkan kedua putranya untuk selalu mengikuti Ali as.
Kedua; siapakah ahlul bait Nabi Muhammad saww yang harus kita ikuti itu? Kita tidak perlu melihat KTP untuk mengetahui tersebut, toh zaman itu tidak ada KTP. Hehe. Orang Arab mana yang tidak tahu suku Quraisy dengan Bani Hasyimnya. Orang Arab mana yang tidak kenal dengan Nabi saww yang dijuluki al-Amin. Hampir semua orang Arab pasti mengenalnya termasuk dengan istri dan keluarga besarnya dan semuanya pasti tahu itu termasuk keluarga ahli bait Nabi saww. Namun yang dikhususkan untuk diikuti adalah ahli bait yang dijelaskan dalam potongan ayat terakhir surah al-Ahzab ayat 33. Kenapa harus ada pembedaan, toh mereka semua adalah ahli bait Nabi saww? Jika anda disuruh memilih pemimpin, apakah anda memilih tokoh yang terbaik, biasa atau tokoh yang buruk. Inilah alasan Syiah memilih Imam Ali, Sayyidah Fatimah, Imam Hasan, Imam Husein as. Karena merekalah yang terpilih dalam potongan ayat terakhir surah al-Ahzab 33. Dalam riwayat sahih manapun baik di kitab Sunni maupun Syiah, potongan ayat tersebut turun pada kelima pribadi tersebut, yang di kalangan habaib dikenal dengan ahlul kisa’. Kenapa para istri Nabi saww tidak dimasukkan dalam ayat tersebut? Pertanyaan tersebut juga pernah ditanyakan oleh istri Nabi saww, Ummu Salamah yang pada waktu turunnya ayat tersebut berada di rumahnya. Nabi saww tidak memasukkan beliau dalam selimut, beliau hanya mendoakannya dengan kebaikan. Jika riwayat sahih asbab nuzul ayat tersebut jelas khusus menyebutkan kelima pribadi tersebut tanpa memasukkan istri Nabi saww, kenapa harus mengeneralisasi pada semua ahli bait Nabi saww tanpa ada dalil yang menguatkan hal tersebut? Disinilah akar kesalahpahaman antara Sunni dan Syiah.
Seandainya Sunni memahami alur pikir Syiah ini niscaya mereka memaklumi kenapa Syiah getol membela Imam Ali, Sayyidah Fatimah, dan dua cucu Nabi saww daripada yang lainnya ketika terjadi konflik, baik dengan sahabat maupun istri Nabi saww. Berbeda dengan cara pandang Sunni yang menganggap semua sahabat adil, mereka umat terbaik, dan sebagainya. Ketika para sahabat saling caci maki, berperang bagaimana sikap Sunni? Kami harus diam, tidak boleh membicarakan mereka, mereka semua berijtihad dan baik yang benar maupun salah mendapat pahala, biarkan yang sudah terjadi berlalu, bahkan adapula yang mengatakan jangan ceritakan sejarah kelam para sahabat. Jika demikian apa gunanya sejarah?!
Ketiga; masalah keadilan sahabat. Memang ada beberapa pengertian tentang apa itu keadilan sahabat, mulai dari yang ekstrim sampai yang rendah. Namun yang pasti dalam standar Sunni pengertian keadilan sahabat adalah seluruh sahabat dapat diterima riwayatnya dalam menyampaikan sabda Nabi saww. Allah swt memerintahkan umat Islam untuk selalu memperhatikan sejarah, terutama sejarah umat dan generasi terdahulu. Memperhatikan sejarah bukan dalam arti pasif, diam dan biarkan berlalu namun aktif dengan memilah mana sejarah yang patut kita teladani dan ambil pelajaran dan mana yang harus kita jauhi.
Menyangkut sejarah para sahabat, Sunni dan Syiah memandang berbeda, terutama ahli hadis Sunni. Namun hampir semua pakar sejarah Islam sepakat adanya perselisihan, pertengkaran, caci maki bahkan saling bunuh-membunuh antar sahabat. Bagi Syiah semua sahabat bukanlah malaikat atau manusia yang tidak bisa dikritik apalagi disentuh. Mereka hanyalah manusia biasa yang mempunyai kekurangan dan kelebihan. Syiah memandang lebih baik hanya mengikuti langkah-langkah sahabat yang baik dan track recordnya teruji daripada mengikuti jejak semua sahabat, baik yang baik maupun yang buruk, yang dipuji Allah dan dilaknat Allah. Dan ini adalah sebuah tindakan yang logis daripada pasif dan membiarkan persoalan sahabat menggantung di langit. Seandainya kita hidup di zaman Imam Ali as yang sedang bertarung dengan Aisyah, Khawarij dan Muawiyah kemudian kita memilih non-blok, diam saja dan mengasingkan diri. Apakah itu tindakan yang tepat? Apakah Islam mengajarkan demikian? Jelas tidak. Islam mengajarkan kita untuk hidup bersosial dan untuk selalu mencari kebenaran yang hakiki bukan dengan membenarkan tindakan semua sahabat dan atau membenarkan berlandaskan ketokohan seorang pemimpin. Karena itulah Syiah memilih mengikuti jalur ahlul kisa’, jalur yang benar dalam pertarungan para sahabat dilihat dari semua aspek.
 
Bagi saya baik Sunni dan Syiah berhak mendapatkan kenikmatan surgawi  kelak. Mereka lahir sebagai korban sejarah yang harus disikapi dengan arif dan bijaksana, bukan dengan saling menyalahkan. Sebenarnya beberapa persoalan yang laris manis sebagai bahan adu domba Sunni dan Syiah hanyalah masalah-masalah sepele namun besar bagi orang kebanyakan bahkan tokoh NU sekelas Ust. IR, seperti pemikiran generalisasi yang menyamakan semua orang hanya dengan pendapat aneh dan salah beberapa oknum, perbedaan pemahaman tentang istilah suatu kelompok dan persoalan fikhiyah yang bisa didamaikan secara ilmiah dan akal terbuka. Sebagai contoh tentang nikah Mut’ah, Sunni bersikeras nikah mut’ah itu haram setelah dihalalkan Nabi saww. Namun dalam prakteknya bahkan setelah Nabi saww, Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali wafat pun nikah mut’ah masih dipraktekkan dan dihalalkan sebagian umat Islam, dalam hal ini adalah para tokoh Sunni dan ini direkam dalam kitab-kitab Sunni. Nikah Mut’ah merupakan salah satu dari beberapa masalah fikhiyah yang tidak perlu jadi bahan pertengkaran antar umat sebagaimana sebagian ulama Sunni menghalalkan nabidz yang memabukkan. Jika anda mempelajari fikih, anda akan menemukan hampir semua madzhab fikih mempunyai beberapa produk hukum fikih yang “aneh” yang bisa dijadikan dasar saling salah-menyalahkan dan sesat-menyesatkan.
Akhirnya tulisan ini bukanlah ajakan untuk meng-iran-kan Indonesia, mensyiahkan Sunni atau mensunnikan Wahabi tapi mempererat persaudaraan Sunni dan Syiah bahkan Wahabi yang diadu domba Dajjal Zionis dan sebagai ajang  saling tukar pikiran tentang akar persoalan perbedaan Susyi. Titik persatuan dan persaudaraan Islam didapat dengan sikap arif bijaksana bukan dengan sikap merasa benar sendiri. Salam Keselamatan :) 

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati

Download Kitab, Buku tentang Syiah; Tasyayyu'

Download buku-buku, kitab-kitab Syiah ahlul bait, tasyayyu', Syiah Imamiyah 12, dan membantah Ibn Taimiyah, pemikiran Wahabi Salafi Takfiri dan Zionis Yahudi.

Bahasa Indonesia

Penelitian Keberlanjutan dan Perubahan Tradisi Keberagamaan Syiah (Studi Masyarakat Santri YAPI Bangil) oleh Nur Saymsuriati  0 ; 1 ; 2 ; 3 ; 4 ; 5 ; 6

Sayyidina Husain dalam Teks Klasik Melayu

Buat Apa Shalat?!

Antologi Islam

Jejak Ajaran Syiah (Persia) di Sulawesi: Studi Awal Kasus Suku Bugis, Makassar dan Mandar

Isu-isu Penting Sang Nabi J. 1 oleh Ustadz Moh. Sulaiman Marzuqi

Membedah Sejarah Al-Hadits oleh Ustadz Moh. Sulaiman Marzuqi

Kesalehan nan Terlampauhi: Desakralisasi Ritus Hoyak Hosen di Pariaman Sumatera Barat Oleh Yudhi Andoni

Isu-isu Penting Sang Nabi J. 2 oleh Ustadz Moh. Sulaiman Marzuqi

50 Pelajaran Akhlak untuk Kehidupan oleh SYAIKH ABBAS AL-QUMMI RA

Pengaruh Persia Pada Sastra dan Seni Islam Nusantara oleh Agus Sunyoto

Mengenal Sang Pewaris Nabi J. 1 oleh Ustadz Moh. Sulaiman Marzuqi

Mengenal Sang Pewaris Nabi J. 2 oleh Ustadz Moh. Sulaiman Marzuqi

Abdullah bin Saba Tokoh Fiksi dalam Perang Unta oleh APEP WAHYUDIN

Abu Hurairah | 2 oleh Abd. Husein Syarafuddin al-Musawi al-Amili

Sekitar Masuknya Islam ke Indonesia oleh Prof. DR. H. Aboebakar Aceh

Aliran Syi'ah di Nusantara oleh Prof. DR. H. Aboebakar Atjeh

Durarus Saniyyah fi Bayan Maqalah Sunniyah Oleh H. Kholilurrahman Abu Fateh, Lc. MA

Akhirnya Kutemukan Kebenaran oleh Muhammad al-Tijani al-Samawi
Akhirnya Kutemukan Kebenaran oleh Muhammad al-Tijani al-Samawi

Murajaat Dialog Sunni-Syiah oleh Abd. Husein Syarafuddin al-Musawi al-Amili

Tulisan, buku di Web alhassanain

Amaliah Praktis oleh Ust. Muhammad Husein Alkaff
Amaliah Praktis oleh Ust. Muhammad Husein Alkaff

Amali al-Shaduq Oleh Syeikh Al-Saduq

Bebaskan Mekah dan Madinah dari Wahabi

Tuhan menurut Al-Quran oleh AS-SHAHID SAYYID MUHAMMAD HUSAYNI BEHESTI

Cinta Kepada Ahli bait oleh Sayyid Murtadha Mujtahedi Sistani

Novel Cinta yang Terlambat oleh Dr. Ikram Abidi

Brosur Sholat Jamak dari http://al-islam.org

Brosur tentang Keadilan Sahabat dari http://al-islam.org

Dialog antar Madzhab / Muktamar Baghdad / Kongres Ulama Baghdad oleh Muqatil bin Athiyah al-Bakri al-Hanafi

Cuplikan Rasionalisme dan Alam Pemikiran Filsafat dalam Islam oleh Hasan Abu Ammar
Doa Jawsyan Kabir 

Doa Kumail | 2 | 3

Sejarah Hidup Imam Ali ra oleh H.M.H. Al-Hamid al-Husaini dan Dialog Sunni Syiah di Peshawar

Tanah Fadak oleh Ayatullah al-‘Uzma al-Mirza Jawad al-Tibrizi

Brosur Mengapa Mengikuti Ahli Bait Nabi saww? dari http://al-islam.org

Fatimah Az Zahra oleh Ibrahim Amini

Kompilasi Fatwa-fatwa "keren" Ulama Wahabi dan Sumbernya

Fikih Ringkas untuk Bersolat

Fikih Islam Fatwa Ayatullah Sayyid Ali Sistani

BELAJAR FIKIH Untuk Tingkat Pemula Sesuai fatwa Para Ulama Marja' oleh Muhammad Husein Falah Zadeh

Fikih perbandingan antara Jakfari dengan Sunni | Part 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10

Brosur tentang Penyakit Marah dari http://al-islam.org

Ghadir Khum dalam Perspektif Sunni oleh Muhammad Ridha Jabbariyan

Brosur tentang peristiwa Ghadir dari http://al-islam.org

Brosur tentang penyakit Ghibah dari http://al-islam.org

Ebook tentang hadis Tsaqalain dan bantahan Syubhatnya dari secondprince.wordpress.com

Brosur tentang penyakit Hasad dari http://al-islam.org

Buku tentang Hawa Nafsu

Hidayah dalam al-Quran oleh Abu Taqi

Brosur aturan berpakaian dari http://al-islam.org

Himpunan Fatwa dari almarhum Ayatullah al-Khui

Terjemahan kitab Hukumah Islamiyyah dari Khoemainy

Kisah perdebatan Husniyah pada Zaman Harun Rasyid

I Love Him, sebuah cerpen dari Dr. Ikram Abidi

Ihtijaj Dialog Imamah oleh AL-‘ALLAMAH AL-TABARSI

Brosur tentang Ikhlas dari http://al-islam.org

Isu-Isu Penting Ikhtilaf Sunnah-Syi'ah oleh A. Syarafuddin Al-Musawi

Ikhtisas Kepakaran oleh Syaikh Mufid

Imam Mahdi Kabar Gembira dalam Al-Quran

Imamah & Wilayah Dalam Ajaran Ahlulbait oleh Sayid Muhammad Rizvi

Cerita Mata-mata Inggris dengan Pendiri Wahabi

Inilah Akidah Syiah oleh Nasir Makarim Syirazi

Maria al-Qibthiyah Istri Nabi yang terlupakan oleh Abdullah Hajjaj

Kumpulan komentar Ulama tentang gerakan Wahabi

Brosur tentang Jihad Nafs dari http://al-islam.org

Jika Mereka Ahlussunnah Nabi saww

Kajian tentang Syiah dan Sunni oleh Muhammad al-Tijani al-Samawi | 2

Luhuf kisah tentang peristiwa Karbala oleh Sayyid Ibnu Thawus

Membongkar Tahrif Kasyful Asrar Khoemaini oleh Dr. Ibrahim Ad-Dasuki Syata

Kebenaran Yang Terpendam Jilid Pertama; Kedua; Ketiga; keempat; kelima oleh Ust. Moh. Sulaiman Marzuqi

Kelebihan Syiah, Cuplikan dari al-Kafi oleh Imam Ali as

Keluarga yang Disucikan Allah oleh Alwi Husein, LC

Kemelut Kepemimpinan Selepas Rasul oleh Ayatullah Muhammad Baqir Shadr

Artikel tentang kemutawatiran peristiwa Ghadir

Keutamaan dan Amalan bulan Ramadan dari Kitab Mafatih Jinan

Khulafa’ Rasyidin Di antara Nas Dan Ijtihad

Khutbah Talutiyah Imam Ali as

Khutbah Wasilah Imam Ali as

Khutbah Imam Ali as tanpa titik dari http://al-islam.org

Khutbah Imam Ali as tentang Fitnah dan Bid'ah

KHUTBAH RASULULLAH S.`A.W. DI GHADIR KHUM MENURUT CATATAN AL-ALLAMAH AL-TABARSI

Kisah Para Nabi Allah

KITAB KASYFU ASY-SYUBUHAT DOKTRIN TAKFIR WAHHABI PALING GANAS Oleh Ust. Abu (Ahlus Sunnah wal Jamaah)

Kitab Sulaim bin Qais al-Hilali

Kitab Al-Haft al-Syarif tentang penciptaan makhluk oleh Abu Abdillah al-Mufadhdhal bin ‘Umar al-Ja‘fi

Kitabul Mukmin oleh Husain Said

Brosur tentang Mencari Ilmu dari http://al-islam.org

Konsep Akidah Imamiyah

KONSEP KEADILAN ALLAH DALAM ISLAM Oleh Sayyid Sa‘id Akhtar Rizvi

Imamah dalam Islam | lainnya oleh Sayyid Sa‘id Akhtar Rizvi

Malam-malam di Peshawar: Sebuah Dialog Sunni Syiah

Masyariq Anwar Yaqin / Enam Khutbah Amir Al-Mukminin Tentang Rahasia Dirinya oleh al-Hafiiz Rajab al-Bursi

Mazhab Alternatif Perbandingan Sunni Syiah oleh Muhammad Tijani al-Samawi

Meluruskan Peran Nashirudin ath-Thusi oleh Muhammad Anis

Membedah Shiratol Mustaqim oleh Ustadz Moh. Sulaiman Marzuqi

Mencari Tuhan

MENGAPA AKU MEMILIH MAZHAB AHLULBAIT AS | 2 oleh Syaikh Muhammad Mar'i al-Amin al-Anthaki

Mengenal Syiah oleh Syaikh Ja'far Hadi

Menjelajah Semesta Iman oleh Majid Fakhri

Menuju Persatuan Umat: Pandangan Intelektual Muslim Indonesia

Menyingkap Tipu Daya dan Fitnah Keji Fatwa-Fatwa Kaum Salafi Wahabi

Meretas Jalan Islam Muhammadi / Syiah oleh Sayid Moustafa Al-Qazwini

Mizan Keadilan Tuhan Mengkaji Doktrin Keadilan Tuhan oleh Sayyid Akhtar Rizvi

Ebook berisi tentang segala hal dari Muawiyah dari secondprince.wordpress.com

Ebook Nahjul Balaghah dari Madinah al-Hikmah

Neraca Kebenaran dan Kebatilan oleh Syahid Murtadha Muthahhari

Riwayat Hidup Para Imam Suci Ahlul Bait as diterjemahkan dari Nafahât Min Sîrah A’immah Ahlil Bait oleh Bâqir Syarîf Al-Qurasyî.

Oktober 2015 Imam Mahdi Datang oleh Jabir Beolusi

Pemalsuan data/foto konflik Suriah/Syiria

Pendidikan Anak Menurut Ajaran Islam

PENYELEWENGAN AJARAN AHLUS-SUNNAH WAL JAMAAH

Peradaban Syiah dan Ilmu Keislaman oleh Ayatullah Sayyid Hasan Ash-Shadr

Peran Akidah

Peranan Ahlul Bait AS Memelihara Kesucian Ajaran Islam oleh Allamah Syed Murtadha Askari

Perang Unta Perang Saudara Pertama dalam Islam oleh Apep Wahyudin

PERSPEKTIF SAHABAT DALAM ISLAM Oleh ASAD HAIDAR

Pesan Sublimimal Yahudi / Sihir Sigil Yahudi

Brosur tentang Shalat harian Syiah dari http://al-islam.org

Produk-produk Zionis dan fatwa Boikot

Brosur tentang Rafidhi dalam Riwayat Bukhari dari http://al-islam.org

Raudhat al-Kafi (TAMAN YANG MENCUKUPI) oleh THIQAT AL-ISLAM ABU JA‘FAR MUHAMMAD BIN YA‘QUB AL-KULAINI

Protocol of Zions / rencana Zionis Internasional

Risalah Amman tentang Kerukunan Umat Islam | 2

Mengapa Kita Beragama?

KALAU ADA MUT’AH KENAPA HARUS PAKAI KONDOM Oleh Robitul Firdaus

Brosur tentang kesabaran dari http://al-islam.org

Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a. Oleh H.M.H. Al Hamid Al Husaini

Sejarah Wahabi di Indonesia / Selamatkan Indonesia dari Wahabi

Penghancuran Situs-situs Warisan Islam oleh Wahabi

Brosur tentang mengapa pilih Syiah? dari http://al-islam.org

Silsilah Para Maksumin / Imam 12

SUNNAH-SYIAH DALAM DIALOG Oleh Almarhum Al-Ustadz Husein Al-Habsyi

Buku berisi segala hal tentang syafaat

SYI’AH PRODUK ALAMI ISLAM oleh Sayid Muhammad Baqir Shadr

TAFSIR TEMATIK IMAMAH DAN KEMAKSUMAN oleh Reza Kardan

Brosur tentang al-Quran Syiah dari http://al-islam.org

Takdir Manusia berisi tulisan Muththahari dan Ali Syariati

TALMUD Kitab Suci Yahudi Dengan Ajaran Rasis dan Chauvinis

Najd /Riyadh tempat munculnya tanduk setan

Brosur tentang Mengapa Syiah menghindar Tarawih berjamaah dari http://al-islam.org

Brosur tentang Taubat dari http://al-islam.org

Tarjemah Kitab DAF'U SYUBAH AT-TASYBIH BI-AKAFF AT-TANZIH | 2 oleh Al-Hafidz Abul Faraj Ibnul al-Jauzi al-Hanbali

Tragedi Karbala dan Menjawab Pelbagai Keraguan Tentangnya oleh Ali Asghar Ridwani

Tragedi Karbala oleh Farida Gulmohammadi

TUDUHAN TERHADAP PERANAN KHWAJAH NASIR AL-DIN AL-TUSI DALAM PERISTIWA KERUNTUHAN KOTA BAGHDAD oleh RASUL JA’FARIYAN

Brosur tentang Mengapa Syiah Shalat dengan turbah dari http://al-islam.org

Brosur tentang Mengapa Imam harus 12? dari http://al-islam.org

UMMAT RASULULLAH JANGAN BERPECAH-BELAH oleh Haddad Alwi

Wafat Rasulullah & Suksesi Sepeninggal Beliau di Saqifah | 2 oleh Almarhum O. Hashem

Wahabi Ahlussunnah Palsu

YUHANNA ZIMMI MENCARI KEBENARAN (Kisah pencarian kebenaran seorang Kristian) Oleh Sayyid Sa‘id Akhtar Rizvi

Sejarah lahirnya Satanisme Zionis

Sejarah Lahirnya Negara Zionis | 2

Ilmu Fiqih Islam dalam Lima Mazhab oleh Prof. DR. H. AboeBakar Atjeh

Ebook Wasiat Sufi Sayyid Ayatullah Khoemeini 1 ; 2 ; 3

Tafsir Juz 'Amma

Sejarah Singkat Majelis Ratapan

Syiah di dalam Musnad Ahmad bin Hanbal oleh Dr. Sayyid Kazim Tabataba’i

Tiga Faktor Kebangkitan Husein as

Tragedi Karbala oleh http://abatasya.net

Peri Kehidupan 14 Manusia Suci oleh Penerjemah Ansariyan

Peran Aisyah dalam Islam dikompilasi oleh www.islamitucinta.blogspot.com

Perbedaan Mendasar antara Syi'ah dan Sunni bukan Penghalang Persaudaraan oleh Sayyid Said Akhtar Rizvi

Asyura dan Tradisi

Ilusi Negara Islam oleh Editor: Gus Dur

Buku Putih Mazhab Syiah oleh Tim Ahlul Bait Indonesia (ABI)


Bahasa Arab

Zahru al-Raihan berisi segala hal tentang Muawiyah oleh Hasan bin Ali al-Saqqaf

Arbaun Hadits Mu'tabar bi Nash Aimmah, kitab berisi hadis-hadis shahih dari kitab-kitab Syiah tentang nama-nama 12 Imam.

Mausuah Rijaliyah Syiah berisi kurang lebih 20 kitab tentang rijal hadis di kalangan Syiah

Kifayah Thalib fi Manaqib Ali bin Abi Thalib as | pdf  oleh Muhammad bin Yusuf al-Kanji al-Syafii yang konon dibunuh di masjid Damaskus karena dituduh tasyayyu'.

Syawahid Tanzil oleh Hakim Haskani al-Hanafi, Kitab yang berisi tentang ayat-ayat suci al-Quran yang turun berkenaan dengan ahli bait as.

Program berisi 16000 riwayat tentang seluk beluk dasar Syiah, para Imam as dan bantahan atas fitnah atas Syiah.

Program berisi 140 bantahan terhadap fitnah atas Syiah

Program berisi ratusan jawaban atas persoalan akidah Syiah

Kitab Syifa Saqam oleh Ali Subki al-Syafii berisi tentang kebolehan Ziarah makam, tawassul, tabarruk, Istighatsah dan Syafaat.

Kitab Saqifah oleh Syeikh Muhammad Ridha al-Mudhaffar

Manaqib Imam Ali as oleh al-Khawarizmi

Program Kitab Bihar Anwar Full oleh Allamah Majlisi

Mujam Rijal Hadis Syiah

Maqtal al-Khawarizmi Muhammad bin Ahmad al-Khawarizmi

Mausuah Asilah Aqaidiyah 5 jilid

Adam Tahrif al-Quran oleh Sayyid Ali al-Husaini al-Milani

Adwar Imam Ali fi Tarikh Islam

Adm Sahwi Nabi saw oleh Syaikh Mufid

Lima Lam Tudzkar Asma Ahl Bait fi Al-Quran al-Karim oleh Syaikh Ahmad Mahuzy

Abd Allah bin Saba Dirasah Li Riwayat Tarikhiyah oleh Abd Aziz Shalih Halaby

Abu Thalib, Aqidah wa Kafah oleh Syaikh Naji Ahmad Zawad

Fath Milal Ali tentang kesahihan hadis Madinatul Ilm Ali oleh Ahmad bin Muhammad al-Ghumary

Adalah Shahabat oleh Ali al-Ibrahim al-Tharabalsy

Nashaih Kafiyah oleh Sayyid Muhammad bin Aqil tentang Permasalahan pelaknatan atas Muawiyah

Manaqib Amirul Mukminin Ali Bin Abi Thalib AS oleh Ibn al-Maghazaly Ali bin Muhammad al-Wasithi al-Syafi'i

Fadhail Imam Ali bi Riwayat Ahlussunnah Wal Jamaah

Jami' Atsar fi Imamah Aimmah 12 as oleh Sayyid Hasan Ali Thaha

Nasim Hajir fi Ta'kid Qauly an Madzhab Muhajir oleh Mufti Hadramaut, Allamah Abd Rahman bin Ubaidillah al-Saqaf. kitab yang berisi tentang penjelasan madzhab Imamiyah Imam al-Muhajir, leluhur para habib di Yaman.

Naqdh Kitab Shawaiq Muhriqah li Ibn Hajar oleh Sayyid Amir Muhammad al-Kadhimi al-Qazwini

Sharih Bayan fi Rad ala Man Khalafa al-Quran oleh Syaikh Abd Allah al-Harary al-Habsyi

Atbu Jamil ala Ahli Jarh wa Ta'dil oleh Hasan bin Ali al-Saqaf

Imam Ali wa Musykilat Nidham Hukmi oleh Doktor Muhammad Thay

Imam Ja'far Shadiq fi Nadhr Ulama Gharb oleh Ustadz Wadi' Falasthin

al-Shafa fi Tawasul wa Tabarruk bi al-Mushthofa oleh Dakir MUhammad Thahir al-Qadiry

Dirasat fi Minhaj Sunnah li ma'rifah Ibn Taymiya oleh Sayyid Ali al-Husainy al-Milany

Kasyif Shaghir an Aqaid Ibn Taymiyah oleh Said Abd Lathif Fawdah

Maqalat Sunniyah fi Kasyf Dlalalat Ahmad bin Taymiyah oleh Syaikh Abd Allah al-Harary

Qashash al-Anbiya oleh Quthb al-Din Said bin Habatillah al-Rawandy

Yanabi' Mawaddah oleh Syaikh Sulayman bin Ibrahim al-Qunduzi al-Hanafy

Afat Ashhab Hadits wa Rad ala Abd al-Mughits oleh Ibn al-Jauzi
   
Saluni Qabla an Tafquduni oleh Syaikh Muhammad Ridha al-Hakimi Juz 1 | Juz 2
 
Nurul al-Abshar fi Manaqib Al al-Nabi al-Mukhtar oleh Syaikh Mu'min al-Syablanjy dan Is'af al-Raghibin fi sirah Musthofa wa Fadail ahli baitihi Thahirin oleh Syaikh Muhammad bin Ali al-Shabban

Miah Masalah Muhimmah haula Syiah oleh Sayyid Mahdi Muhammad Suwaij

Ibn Taymiyah Hayatuhu wa Aqaidahu oleh Shaib Abd Hamid

Mu'jam Muallafat Islamiyah fi Radd Firqah Wahabiyah oleh Abd Allah Muhammad Ali

Kadzabu Ala Syiah membantah 10 Kitab yang memfitnah Syiah diantaranya Muqaddimah, Ruh Maani, Ta'wil Mukhtalif Hadits

Fashl Khitab fi Itsbat Tahrif Kitab Rabb Arbab; Ardh wa Naqd oleh Muhammad Habib. salah satu kitab bantahan Fashl Khitab tentang adanya tahrif al-Quran.

Nahj Balaghah Versi Manuskrip

Dakhair Uqba fi Manaqib Dzawil Qurba oleh Imam Ahmad bin Muhammad al-Thabary al-Makky

Mi'yar Muwazanah fi Fadail Imam Amirul Mu'minin Ali Bin Abi Thalib oleh Abu Ja'far al-Iskafy al-Mu'tazily

Irfan wa Suluk inda Ahl Bait oleh Muhammad Muhsin al-Faydh al-Kasyani

Fushul Muhimmah fi Ma'rifah ahwal Aimmah AS oleh Ali bin Muhammad bin Ahmad al-Maliky al-Makky atau Ibn Shabbagh

Amarah Qubur Nabi wa Ahl Baitihi Masy'ari Ilahy oleh Ibrahim Husayn al-Baghdady

Tadzkir Khawwash fi Khashaish Aimmah oleh Sibth Ibn al-Jauzy
Tadzkir Khawwash oleh Sabth Ibn al-Jauzy

al-Murajaat oleh Imam Abd Husayn Syaraf al-Din al-Amily

Fashl Khitab fi Tahrif Kitab Rabb al-Arbab oleh Muhammad Zakariya al-Lamirdy. Salah satu kitab yang membantah Fashl Khitab.

Naqd Kitab Tathhir Jinan wa Lisan oleh Ibn Hajar al-Haytamy al-Syafi'i

Washaya wa Majalis Imam Ja'far Shadiq as atau Tauhid Mufadlal

Ajaib Asrar li Imam Ali an Alamat Akhir Zaman oleh Hj. Rania Sulayman

Anbau Khafy an Syiah Alawiyah oleh H. Yusuf Khalil Muhammad

Raf'u Ghasyiyah an Majaz wa Ta'wil wa Hadits Jariyah oleh Nidlal bin Ibrahim alih rasyi

Daf'u Syubah Tasybih bi Akaff Tanzih oleh Ibn al-Jauzy al-Hanbaly

Durar Simthayn fi Manaqib Musthofa, Murtadho, Batul wa Sibthayn oleh Muhammad bin Yusuf al-Hanafy al-Madany

Mukhtashor Yanabi' Mawaddah li Dawil Qurba oleh Sulayman bin Ibrahim al-Qunduzy al-Hanafy

Shuhbah wa Shahabah oleh Hasan bin Farhan al-Maliky


Request 
Yang request, komen di bawah. Entar saya carikan .... :)

Semoga pembelaan terhadap keluarga Nabi Muhammad saw ini menjadi penolongku dan keluargaku di Akhirat kelak, Aamiin.

These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati