Bukti-bukti Asma' dan Zubair Melakukan Nikah Mut'ah
hingga Melahirkan Anak
I. Riwayat Muslim dalam Shohih-nya dan Abu Dawud Thayalisi dalam Musnad-nya.
Dari Syu'bah dari Muslim Al-Quri, ia berkata :
"Aku bertanya pada Ibnu Abbas tentang mut'ah haji. Beliau menjawab :'Boleh'. Sedang Ibnu Zubair melarangnya. Sementara ibunya Ibnu Zubair meriwayatkan bahwa Rasulullah membolehkannya, lalu Ibnu Abbas menyuruh Ibnu Zubair untuk menanyakan pada ibunya kalau tidak percaya. Kemudian kami bersama-sama masuk ke rumah beliau, kami dapati dia seorang yang gemuk sekali dan buta matanya. Saat kami bertanya tentang itu, dia menjawab :"Rasul membolehkannya'."
Dan riwayat tersebut ada dua versi.
Versi kedua adalah riwayat lewat Abdurahman. Dalam riwayat lewat Abdurahman ini, tidak disebutkan "mut'ah haji", melainkan "mut'ah" saja. Dan menurut Ibnu Ja'far dari Syu'bah yang mengatakan bahwa Muslim Al-Quri berkata :"Aku tidak tahu apakah yang dia maksud adalah mut'ah haji atau nikah mut'ah".
Ref. : Shohih Muslim, juz 1, sub bab "mut'ah haji".
Hal ini diperkuat juga dengan riwayat pada Musnad Abu Dawud Thayalisi, yang meriwayatkan peristiwa tersebut melalui Syu'bah dari Muslim Al-Qurosyi, yang mengatakan : "Kami pada suatu hari mendatangi rumah Asma' binti Abubakar, kemudian kami bertanya padanya tentang nikah mut'ah. Dijawab olehnya :'Kami melakukannya di zaman Rasul'. "
Ref : Musnad Abu Dawud Thayalisi , juz 1, hal. 309.
II. Perdebatan antara Ibnu Abbas dengan Urwah bin Zubair maupun Abdullah bin Zubair
a) Dari Ayyub berkata :
"Urwah berkata kepada Ibnu Abbas :'Apakah engkau tidak takut pada Allah dengan membolehkan mut'ah ?'. Ibnu Abbas menjawab :'Tanyakan pada ibumu sendiri, hai Urwah'. Kemudian Urwah mengatakan :'Abubakar dan Umar tidak melakukannya'. Ibnu Abbas menjawab :'Demi Allah, aku tidak melihat kamu menjadi lebih baik sampai Allah mengazab kamu. Kami menyampaikan hadits Rasulullah kepada kamu dan kamu menyampaikan hadits Abubakar dan Umar'.
Ref : Ibnu Qoyyim, dalam "Zaadul Ma'ad", juz 1, hal. 213.
Dalam hadits ini, kata "mut'ah" adalah "nikah mut'ah". Hal ini dapat dibuktikan dengan merujuk pada kitab lainnya yang meriwayatkan perdebatan Ibnu Abbas dan Urwah tersebut.
Ref. : Muntakhab Kanzul Ummal di tepi Musnad Ahmad, juz 6, hal. 404
Ibnu Abbas berkata pada Ibnu Zubair : "Adapun tentang mut'ah, tanyakanlah pada ibumu, Asma', tentang selendang 'Ausajah". Kemudian Ibnu Zubair menanyakan selendang tersebut pada ibunya. Dan Ibunya (Asma') berkata pada Ibnu Zubair untuk berhati-hati pada Ibnu Abbas, karena Ibnu Abbas mengetahui rahasia orang-orang Quraisy secara keseluruhan.
Ref. : Ibn Abil Hadid, dalam "Syarh Nahjul Balaghah", jilid 20, hal. 130.
Dari Ibnu Abi Mulaikah : Berkata Urwah bin Zubair kepada Ibnu Abbas :"Orang-orang mendurhakaimu". Berkata Ibnu Abbas :"Apa sebabnya". Berkata Urwah :"Engkau mengeluarkan fatwa bagi mereka tentang dua mut'ah, sedang engkau tahu bahwa Abubakar dan Umar melarang keduanya". Berkata Ibnu Abbas :"Aneh, aku meriwayatkan dari Rasulullah dan mereka meriwayatkan dari Abubakar dan Umar".
Lihat juga :
a. Musnad Ahmad, juz 1, hal. 337.
b. Juga riwayat dari Shohih Muslim, juz 1, bab "Nikah Mut'ah"sebagai berikut :
Dari Abu Nadhrah, dia berkata : "Ketika aku sedang di samping Jabir, mendadak datang seseorang menceritakan perdebatan Ibnu Abbas dan Ibnu Zubair tentang dua mut'ah. Kemudian Jabir berkata :"Kami pernah melakukan kedua jenis mut'ah tersebut (mut'ah haji dan nikah mut'ah) BERSAMA Rasul SAW. Dan ketika Umar melarangnya, maka kami tidak melakukannya lagi".
b) Dari Abu Nadhrah, dia berkata :
"Ibnu Abbas pernah menganjurkan nikah mut'ah, sementara Ibnu Zubair malah melarangnya. Kemudian persoalan ini aku adukan kepada Jabir bin Abdullah. Berkata Jabir : 'Dahulu aku pernah melakukan nikah mut'ah BERSAMA Rasul SAW, kemudian Umar melarangnya. Umar menegaskan :'Sesungguhnya Allah bisa menghalalkan apa saja kepada utusan-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Al-Qur'an diturunkan kepadanya. Yang penting ialah sempurnakan ibadah haji dan umroh anda seperti yang diperintahkan Allah, untuk-Nya. Barangsiapa berani melakukan nikah mut'ah ini, maka aku akan menghukumnya dengan melempari batu' "
Ref. : Shohih Muslim, juz 1, sub bab "Masalah kawin Mut'ah pada saat menunaikan Haji dan Umroh".
c) Abdullah bin Zubair mencela Ibnu Abbas karena menghalalkan nikah mut'ah.
Ibnu Abbas kemudian berkata ;"Tanyakan pada ibumu bagaimana perapian yang menyala antara ibumu dan ayahmu". Maka Ibnu Zubair bertanya kepada ibunya, dan ibunya menjawab :"Aku tidak melahirkanmu kecuali melalui nikah mut'ah".
Ref : Ar-Raghib, dalam "Al-Muhadharat", juz 2, hal. 94.
d) Pada riwayat Muslim :
Pada riwayat tersebut Ibnu Abbas berkata : "Demi Allah, nikah mut'ah berlaku di zaman Nabi, dilakukan oleh orang-orang yang bertakwa". Lalu Abdullah bin Zubair berkata :"Demi Allah, aku akan rajam engkau dengan batu rumahmu apabila engkau melakukannya".
Ref : Shohih Muslim, juz 4, hal. 133.
III. Pernyataan Ibnu Abbas di saat yang lain (bukan saat berdebat)
Ibnu Abbas berkata :"Perapian pertama yang menyala dalam mut'ah adalah perapian keluarga Zubair".
Ref : Ibn Abdu Rabbih, dalam "Iqdu Al-Farid", juz 4, hal. 414
"perapian yang menyala" adalah kiasan arab yang berarti "bangkitnya hasrat seksual antara suami dan isteri". Sehingga istilah jelas sekali berhubungan dengan masalah pernikahan.
Hal ini diperkuat dengan riwayat dalam Musnad Ahmad tentang "satha'at al-majamir (perapian yang menyala)" ini, yang berhubungan dengan masalah pernikahan.
Lihat : Musnad Ahmad, Jilid 6, hal. 348/349.
Dari semua uraian di atas, jelas sekali terbukti bahwa Asma' dan Zubair melakukan nikah mut'ah sampai membuahkan keturunan, yaitu Abdullah dan Urwah bin Zubair. Sebagaimana yang diutarakan oleh Ibnu Abbas sendiri, maupun ketika beliau berdebat dengan Urwah ataupun Abdullah bin Zubair, juga pernyataan Asma' sendiri.
Dan sebenarnya masih banyak referensi lainnya yang mendukung, seperti : 1. Abu Umar, dalam "Al-'Ilm", juz 2, hal. 196. 2. Thabari, dalam "Jami' Al-Bayan", juz 2, hal. 239. dll.
Dan sampai detik ini tidak pernah ditemukan dalam sejarah bahwa Asma' dan Zubair menikah dengan cara SELAIN nikah mut'ah.
Muh. Anis
Source: www.fatimah.org
???
- Admin
- Ha... ha... ha...
Komentar Baru
- Syi'ah itu TDK di ajarkan di Hadramaut.. padah... - 8/13/2019 - 1324
- Kelompok yg anti Syiah dan Sunni adalah kelompok t... - 4/6/2019 - Anonymous
- Kelompok yg anti Syiah dan Sunni adalah kelompok t... - 4/6/2019 - Anonymous
- Admin . ngaji dulu sebelum nulis - 3/13/2019 - Cipta Pranata
- Wahai musuh Allah, pembenci sahabat nabi, pembenci... - 1/21/2019 - Rizal Muhammadi
Hakekat Syiah 12
Tentang Semua
Kisah-kisah Pencerahan
- Pamela Kara: Minat Mempelajari Islam Berasal dari Keinginan Mendidik Anak
- Phillip: Saya Membaca Al-Quran untuk Mengetahui Apa yang Diyakini Umat Islam
- Raphael: Kini Saya Sadar Segala Sesuatunya Telah Direncanakan Tuhan
- Rasheed: Bersihkan Niat Anda dan Lakukan Apa Saja Demi Allah!
- Steven Byers: Islam Sejak Awal Bersama Anda dan Itulah Fitrah!
Free Portable Application
Analisis Pencari Kebenaran
Menjawab Tuduhan Salafy-Wahabi
Cahyono Adi's Blog
Blog Misteri Enigma
- Bola Api Misterius di Malam Pergantian Tahun Baru 2016 - Penjelasan
- Apakah kita memiliki "kembaran" di dunia ini?
- Crop Circle menurut Ahli Fisika Richard Taylor - Pergerakan seni yang paling berorientasi sains dalam sejarah
- Apakah mayat berjalan Toraja tertangkap kamera?
- Kasus Bocah Bertelur dari Gowa - Penjelasan Ilmiah
22 comments
Comment by We Are Free Thinks on 27 Mei 2008 pukul 11.23
kunjungi blog saya yang baru di http://wearefreethinks.blogspot.com/ mengenai poligami. blog saya kedepannya menampilkan tema2 yang masih tabu di bicarakan di masyarakat. tks
Comment by hilman on 14 Mei 2010 pukul 08.21
KATA SYIAH : MAKAN TAI IMAM DAN KENCINGNYA BISA MASUK SURGA
KATA SYIAH : BOLEH GANTI2 ISTRI DENGAN TEMAN
KATA SYIAH : BOLEH MENYODOMI BAYI
KATA SYIAH : BOLEH MENYODOMI ISTRI2
KATA SYIAH: TANAH KUBURAN HUSEIN BISA JADI OBAT
KATA SYIAH : IMAM LAHIR TIDAK MELALUI RAHIM
KATA SYIAH : FATIMAH TUHAN YANG BERWUJUD WANITA
KATA SYIAH : PARA IMAM LEBIH UTAMA DARIPADA NABI ALLAH
KATA SYIAH : TAK ADA YANG MENGUMPULKAN QURAN KECUALI IMAM
KATA SYIAH : QURAN ASLI DIPEGANG IMAM MAHDI
KATA SYIAH : HASAN BERBICARA DENGAN 70 JUTA BAHASA
KATA SYIAH : FATIMAH TIDAK MENSTRUASI
KATA SYIAH : HUSEIN MENYUSU DARI JARI2 DAN LIDAH NABI
KATA SYIAH : ALI BISA TERBANG DI ATAS MEGA AWAN
KATA SYIAH : PARA SAHABAT TELAH MERUBAH QURAN
KATA SYIAH : NABI SAW DITAKDIRKAN KAWIN DENGAN 9 PELACUR
KATA SYIAH : IMAM PENYEBAB TERCIPTANYA LANGIT DAN BUMI
KATA SYIAH HALILINTAR DI BAWAH KEHENDAK ALI
SEMUA SYIAH YANG BILANG ……DAN JELAS2 ADA DALAM KITAB RUJUKAN SYIAH …………GA PERCAYA???????......CARI SENDIRI…….PASTI..PASTI…PASTI…..KETEMU
JANGAN DIHAPUS MAS …….DITAMPILKAN TERUS DI SITUS BIAR SEMUA ORANG MENCARI KEBENARAN TULISAN INI….
SYIAH YA SYIAH AHLUL BAIT JANGAN DI BAWA2….GA USAH SOK BENAR…
BAGAIMANA BISA SYIAH DISEBUT MEMBAWA KEBENARAN KALO KENYATAANNYA BEGINI……YA BOER
Comment by Haidar on 16 Mei 2010 pukul 10.21
ANDA INI SEPERTI ORANG BARAT YANG DJEJALI INFO YANG TIDAK BENAR TENTANG ISLAM. PELAJARI SYIAH DARI KALANGAN MADZHAB MEREKA, JANGAN MEMPELAJARI SYIAH DARI MADZHAB LAIN SUPAYA ANDA MENDAPATKAN INFO YANG SEIMBANG. SEMUA BERITA DI ATAS BISA ANDA CARI JAWABANNYA DI WEB, FORUM, BLOG SYIAH BAIK YANG BERBAHASA ARAB ATAU INDONESIA DAN DI PERBEDAAN PEMIKIRAN IJTIHAD RIBUAN ULAMA SUNNI SENDIRI. JANGAN JADI KATAK DALAM TEMPURUNG
Comment by Anonim on 23 Mei 2010 pukul 10.01
betul banget yang namanya syiah ya syiah ga bisa dunk ngajak2 ahlul bait begitu saja,ga tau itu salah gitu,,,,knapa ahlul bait yang mnjadi perbincangannya seh,,,,?aneh dan sungguh aneh,,,
Comment by adhy on 5 Juni 2010 pukul 19.42
Imam Ahlul bayt adalah tokoh pemimpin syiah. HILMAN CS SDH KETAHUAN DR WAHABI TULEN BIN KHAWARIJ ALIAS MUJASSIMAH BIN BAHLUL BIN ANJING NERAKA. MANA PERNAH KAMU LIAT ORANG SYIAH MAKAN TAI BAHLUL BENAR ENTE INI NEGARA KITA MSIH BNYK BERAS COY GA KELAPARAN.Buat Akhi ADAM buat terus tulisannya ana dukung kalo perlu borok2 sahabat2 NABI SAWA yg munafik dibongkar abis.
Comment by Anonim on 29 Januari 2011 pukul 11.43
HALAH HALAH...
Brani gak kedua belah pihak diskusi secara terbuka?
Ga usah sok merasa paling benar, buktikan di forum terhormat dgn cara terhormat pula.
G I M A N A . . . ??
Comment by toples on 18 Maret 2011 pukul 15.10
oke
Comment by akhi choirul on 1 Mei 2011 pukul 08.58
janganlah suka berdebat.....
kita boleh mempelajari aliran apapun termasuk syi'ah, dan di antara aliran2 itu memang semuanya punya dasar tersendiri sehingga dapat merumuskan gagasan seperti itu......
dan alangkah lebih baiknya kembalilah menengok sejarah munculnya aliran2 itu....syi'ah, kwarij, sunni, as'ariyah, dsb......
oke mas2 yang lagi pada berdebat..........
Comment by Anonim on 7 Juli 2011 pukul 18.22
http://maben.multiply.com/video/item/19
Comment by nunu on 28 Agustus 2011 pukul 23.38
selama tuhan kita sama..nabi kita sama..dan tidak mengkafirkan muslim yang lain.kita adalah saudara..sampai kapan kita terpecah seperti ini..masing2 mazhab pnya dasar sndiri..sedih saya melihat dan mendengarnya,,knpa kita ga bersatu untuk mempersatukan islam,,ditertawakan kita dgn orang2 kafir..
Comment by Anonim on 2 Oktober 2011 pukul 21.05
Bagaimana dengan riwayat di bawah ini?
Mengapa anda mengambil sebagian dari riwayat imam Muslim tetapi membuang yang lainnya? Tidak sadarkah engkau bahwa perkataan berikut ini berasal dari Ali bin Abi Thalib yang dianggap menjadi rujukan syi'ah?
Mengapa anda menyembunyikan ilmu tentang ini?
Selamat menyimak....
Dari Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, dari ayahnya (Muhammad) dari Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah SAW melarang nikah mut’ah dan memakan daging keledai jinak saat perang Khaibar. (Shahih Muslim, riwayat no. 3497).
Dari Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, dari ayahnya (Muhammad) dari Ali bin Abi Thalib, dia mendengar kabar bahwa Ibnu Abbas memperbolehkan nikah mut’ah, lalu Ali mengatakan: tunggu dulu wahai Ibnu Abbas, sungguh Rasulullah SAW telah mengharamkan nikah mut’ah dan mengharamkan daging keledai jinak saat perang Khaibar. (Shahih Muslim, hadits no. 3500).
Dari Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib dan Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, dari ayahnya (Muhammad) , dia mendengar Ali bin Abi Thalib mengatakan pada Ibnu Abbas terkait nikah mut’ah, bahwa Rasulullah SAW telah mengharamkan nikah mut’ah dan daging keledai jinak saat perang Khaibar. (Shahih Muslim, hadits no. 3501).
Jawablah, jika anda memang menyampaikan kebenaran dan bukan hanya pembenaran...
Comment by Anonim on 3 Oktober 2011 pukul 13.17
sudah dibahas lengkap di sini, bro. http://secondprince.wordpress.com/2011/04/28/ibnu-abbas-dan-nikah-mut%E2%80%99ah-bagian-kedua/
Comment by femie_Dj on 22 Oktober 2011 pukul 01.06
mari kt telaah scr Logika : bkn kah Menikahi perempuan scr Mut'ah itu sgt mrendahkan kaum Hawa?.dan bkn kah Allah swt membenci yg namanya Perceraian?.nah Mut'ah ini kan cr mengawini wanita dgn btas wktu yg seenak perut d tentukan sndiri,, gmn klw smpe punya ank,,lalu dtinggal kan lalu men cari lg wanita yg mw d mut'ahin trus dan trus.. gmn jd Kontradiksi donk dgn tjuan sang Khalik menciptakan Rasul SAW utk mengangkat drajat manusia d muka bumi ini ..
Comment by Salman Hasan Sahib on 29 Februari 2012 pukul 14.49
Wah begini orang yang belum faham mut'ah bicara soal mut'ah. Mut'ah itu adalah ketetapan Allah, jadi Allah Yang Maha Tau pasti bahwa peraturannya tidak mungkin sampai merendahkan kaum hawa. Dalam mut'ah ada peraturan, anak yang dilahirkan dari nikah mut'ah menjadi tanggungjawab Ayahnya untuk menafkahi dan membesarkannya. Begitulah ketetapan Allah, tidak akan ada pihak dirugikan kalau dijalankan dengan benar.
Comment by Anonim on 4 Mei 2012 pukul 14.07
salam hangat
nikah mut'ah adalah nikah sewaan .bukan perintah dari allah hanya orang2 budak nafsu lah yg menghalalkannya...(agama syiah).
mari kita lihat sumbernya(sumber kitab rujukan utama syiah)
1Dari Zurarah dari Ayahnya dari Abu Abdullah, aku bertanya tentang mut'ah pada beliau apakah merupakan bagian dari pernikahan yang membatasi 4 istri? Jawabnya : menikahlah dengan seribu wanita, karena wanita yang dimut'ah adalah wanita sewaan. (Al Kafi Jilid. 5 Hal. 452.)
2.Dari Zurarah bahwa Abu Abdullah berkata : Nikah mut'ah tidaklah sah kecuali dengan menyertakan 2 perkara, waktu tertentu dan bayaran tertentu. (Al Kafi Jilid. 5 Hal. 455.)
3.Dari Zurarah dia berkata masa iddah bagi wanita yang mut'ah adalah 45 hari. Seakan saya melihat Abu Abdullah menunjukkan tangannya tanda 45, jika selesai waktu yang disepakati maka mereka berdua terpisah tanpa adanya talak. (Al Kafi . Jilid. 5 Hal. 458.)
4.Dari Khalaf bin Hammad dia berkata aku mengutus seseorang untuk bertanya pada Abu Hasan tentang batas minimal jangka waktu mut'ah? Apakah diperbolehkan mut'ah dengan kesepakatan jangka waktu satu kali hubungan suami istri? Jawabnya : ya. (Al Kafi . Jilid. 5 Hal. 460)
5.Dari Abu Abdillah, ditanya tentang orang nikah mut'ah dengan jangka waktu sekali hubungan suami istri. Jawabnya : " tidak mengapa, tetapi jika selesai berhubungan hendaknya memalingkan wajahnya dan tidak melihat pasangannya". (Al Kafi jilid 5 hal 460)
6.Dari Zurarah, bahwa dia bertanya pada Abu Ja'far, seorang laki-laki nikah mut'ah dengan seorang wanita dan habis masa mut'ahnya lalu dia dinikahi oleh orang lain hingga selesai masa mut'ahnya, lalu nikah mut'ah lagi dengan laki-laki yang pertama hingga selesai masa mut'ahnya tiga kali dan nikah mut'ah lagi dengan 3 lakii-laki apakah masih boleh menikah dengan laki-laki pertama? Jawab Abu Ja'far : ya dibolehkan menikah mut'ah berapa kali sekehendaknya, karena wanita ini bukan seperti wanita merdeka, wanita mut'ah adalah wanita sewaan, seperti budak sahaya. (Al Kafi jilid 5 hal 460)
7.Dari Umar bin Handhalah dia bertanya pada Abu Abdullah : aku nikah mut'ah dengan seorang wanita selama sebulan lalu aku tidak memberinya sebagian dari mahar, jawabnya : ya, ambillah mahar bagian yang dia tidak datang, jika setengah bulan maka ambillah setengah mahar, jika sepertiga bulan maka ambillah sepertiga maharnya. (Al Kafi . Jilid. 5 Hal. 452.)..masih ada lagi...cukup itu saja dulu...
masih kah agama syiah bertaqiyah(berbohong dengan ini)....???? hanya allahlah yg tau
Comment by Anonim on 18 Oktober 2012 pukul 21.46
Mungkin memang banyak penganut syiah yg belum faham dengan ajarannya sendiri. Krn saya jarang membaca penganut syiah mengutip dalil2 dari kitab2 utama rujukan mereka.
Comment by Salman Hasan Sahib on 27 Oktober 2012 pukul 21.18
Bukan kita tidak mau mengutip hadits dari kitab rujukan kami, tapi kalau kami mengutipnya dari kitab rujukan kami, pasti kalian dari ahlus sunnah tidak mau menerimanya, nanti kan kalian bilang...ah itu kan menurut syi'ah, tapi kalau mengambilnya dari kitab ahlus sunnah, tentu kalian mau tidak mau harus menerimanya...
Comment by Unknown on 11 Oktober 2013 pukul 15.29
Apa Hukumnya jika Ayah kandung tidak mau menikahkan anak(perempuan)/tidak mau menjadi wali...(kondisi anak sudah diusir dari rumah dan bapak sudah tidak memberi nafkah lagi)
Tolong jelaskan secara Hukum islam dan Hukum perdata.
Terimaksih atas llmu yang bermanfaatnya.
Comment by Anonim on 31 Oktober 2013 pukul 08.39
Wahai saudaraku.....mari berkomitment terhadap tafsir maasing-masing
Comment by Anonim on 5 November 2013 pukul 16.47
makanya wahai ummat islam berpegang kpd 2 perkara. AlQuran n sunnahNabi kalian tdk akn tersesat selamanya. syiah bukan islam. alias kafir
Comment by Anonim on 3 Mei 2014 pukul 10.14
syiah laknatulloh
Comment by Anonim on 23 Juli 2018 pukul 23.01
salam untuk ahlul bait istri2 rasulullah aisyah, hafsah, dan lainnya. Dan salam untuk anak2 rasulullah zainab, ummu qultsum, dan lainnya. Salam untuk sahabat rasulullah abu bakar, umar, utsman, dan lainnya.